“Jika dikerjakan dengan tertekan, jangan berharap hasilnya bisa memuaskan”

Awali postingan di web ini dengan sesuatu yang random. Jujur pada saat beli hosting dan domain dan lain lain, semangat betul. Hingga akhirnya gw dihadapkan dengan kesulitan mendesign halaman depan web ini dan ujung ujungnya, konten pun terbengkalai. Sulitnya adalah ketika laptop yang harusnya digunakan untuk edit sana sini, tidak berfungsi normal. Padahal banyak yang ingin ditulis.

Tempat Wisata

Salah satu yang paling ingin gw tulis disini adalah hasil dari #ExploreFilipinas yang sedang gw rancang – sebulan sekali – untuk jalan jalan. Inget waktu SD/SMP dulu setiap abis libur panjang sekolah, selalu ada momen untuk buat karya tulis hasil jalan jalan lo bareng keluarga? Gw mengadaptasi dari situ! Selain bisa jadi informasi untuk orang lain, artikel artikel itu bisa jadi bahan latihan gw untuk mengembangkan gaya tulis gw selama hidup di Filipina.

Kira kira kalau kedepannya gw juga ngevlog gimana? Gear nya sih sebetulnya seadanya. Tapi sepertinya seru ya? Orang orang juga kayanya banyak yang ngevlog.

Saat ini, gw masuk di tahun kedua setelah sebelumnya sempat pulang ke Indonesia selama kurang lebih setahun lebih dan akhirnya dapat kesempatan lagi untuk merantau di Filipina. Sebelumnya, datang sebagai cowok jomblo hitam kurus sekarang statusnya sudah menikah rada tambun dan tetap hitam!

Gw ga pernah memposisikan diri gw sebagai foreigner atau pekerja asing di sini – karna gw juga sebetulnya ga terlalu seforeigner itu sih – gw lebih memposisikan diri gw nyari nafkah cuma beda negara aja. Gaya hidup masih sama dan bahkan sepertinya gw lebih mevah selama tinggal di Setiabudi, Jaksel.

 

Budaya

Satu hal yang ingin gw ceritakan adalah perbedaan budaya di Filipina dan Indonesia yang sebetulnya lebih banyak sama nya kalau dibandingkan dengan Indonesia secara umum. Cuma ada satu hal dasar yang mempengaruhi budaya negara di Filipina, khususnya di Manila dan Makati City ini adalah budaya barat yang terlalu kental di sini. Banyak McDonald, Starbuck disetiap pojokan gedung, gaya pakaian yang hm.. you know.. lebih bebas berekspresi, mobil stir kiri dan LGBT yang merebak dimana mana.

Selain itu, gaya bahasa mereka yang dikenal dengan Taglish mempengaruhi cara berbicara mereka. Filipina dikenal salah satu negara Asean dengan pemakai bahasa Inggris yang tinggi. Ada hal yang lo bisa tangkap ketika lo ngomong Inggris ke orang Filipina, adalah cara mereka mengucapkan sesuatu (English Word) lebih ke spanish, contoh ketika mereka bilang Black, secara naluriah huruf a dikata tersebut akan dibaca seperti ayam. Begitu juga dengan, Back atau Bag, Hal kecil ini akan terasa janggal di kuping lo pas lo dengerin hal kaya gini. Well, akan gw ceritain lebih lanjut di postingan terpisah!

Apalagi yang bisa gw tulis di Mukadimah ini? Ntar aja lah ya, gw sambung lagi!

See you!