Senandung tembang Sarjana Muda milik Iwan Fals tiba tiba terputar di kepala siang itu. 22 September 2014, pertama kalinya gw naik pesawat dan pertama kalinya keluar negeri. Zaman masih kurus dan masih tidak bisa mengurus diri sendiri. Dari sini petualangan cari makan jadi TKI dimulai.

Bapak Guru Tomi.

Setelah setahun setengah mengabdi menjadi guru praktikum, perasaan lelah meluap.  Tiga angkatan sempat jadi saksi bagaimana gw membagikan ilmu ilmu yang gw dapat dari zaman SMK, magang dan kuliah. Semoga berkah ya ilmunya. Dunia komputer sudah jadi bagian dari hidup gw. Kalau dihitung sudah lebih dari 9 tahun tenggelam di bidang yang perkembangannya pesat. 7 tahun di isi di kampus Gunadarma. Seharusnya sih selesai 4 tahun, tapi apa daya? Ilmu masih kurang, 4 tahun lulus masih terlalu mainstream buat gw.

Awal jadi guru juga sebetulnya tidak direncanakan atau jadi cita cita juga sih. Banyak yang punya cita cita jadi guru, tapi gw jadi guru cuma gegara pertanyaan, “Lo sibuk ga sekarang? Mau jadi guru ga?” dari tetangga rumah. Hardi namanya. Karena saat itu cuti kuliah dan butuh tambahan uang buat beli permen, di iya-kan saja tawarannya. Ternyata jadi guru mudah mudah sulit. Buat orang yang tidak terbiasa ngomong depan orang mungkin sulit diawal. Buat gw yang sulit adalah mendapatkan perhatian siswa di kelas. Apalagi levelnya, siswa SMK.

Hari hari gw jadi guru lebih banyak di isi dengan praktikum dan marah marah. Segala jenis bandelnya siswa jadi sarapan pagi dan makan siang gw. Segini gw ngajar baru setahun lebih, bagaimana dengan guru guru yang mendedikasikan hidupnya untuk mengajar? Please, respect our teacher. Hormat saya untuk semua guru. Jasa mu tak terbalaskan.

Menjadi guru adalah pekerjaan mulia. Jika didasari dengan keikhlasan, niscaya ilmu bisa tersampaikan dan jadi pahala. beda cerita kalau ngajar diawali dengan marah marah, ya sudah.. repot. Gw banyak belajar ilmu administrasi menjadi guru. Karena ga cuma lo datang ke kelas, menyampaikan materi, test lalu selesai. Ada hal lain
yang perlu dilakukan juga. Jadi guru juga lu ga berhenti belajar dan itu adalah hal yang paling gw suka. Ilmu yang lu pernah pelajari, lu sampaikan terus ke siswa lo dan bahkan lo akan lebih mendalami ilmu tersebut karena apa yang gw pelajari ini adalah ilmu komputer yang basisnya adalah ilmu yang berkembang.

Respect untuk semua praktisi IT dimana pun lo berada! Yuk, Cari nafkah dengan jujur.

Kembali ke bahasan sebelumnya, bukan jadi rahasia lagi kalau pendapatan guru honorer di sekolah swasta itu tidak besar. Selama setahun setengah ngajar, perbulan bisa dihitung gw terima $40-$50 perbulan. (Silahkan hitung sendiri) Desakan kebutuhan bahwa gw harus nabung untuk beli sepatu baru atau buat nikah sudah menghadang depan mata, akhirnya gw kembali aktif ke kaskus untuk cari kerjaan baru yang bisa mendukung gw untuk bisa nabung.

Pekerjaan Customer Service pertama.

Cari kerja itu gampang gampang sulit. Apalagi kalau posisi sudah resign. Positifnya kita bisa leluasa kemana mana untuk interview tanpa harus izin kerja dan negatifnya, jelas terbatas di dana. Sempat cari peruntungan di Teleperformance yang di Gatot Subroto tapi tidak berjalan mulus. Singkat kata, kaskus jadi tempat cari lowongan kerja. Lo bisa juga cari cari peluang di sini. Dari sini entah apa yang gw cari sampai gw ketemu iklan lowongan kerja di Filipina. Jujur, gw masih ga paham negara ini macam apa. Ga ada bayangan sama sekali budaya dan isinya seperti apa. Lamaran dan CV pun gw kirim. Gw belum lulus S1 dan gw rasa mereka cari orang bukan cari ijazah seperti kebanyakan perusahaan di Indonesia.

Quipper sendiri adalah start up yang bergerak di bidang edukasi melalui media digital di tahun itu, 2014. Mereka membutuhkan calon karyawan untuk isi posisi sebagai CS. Mereka cari yang punya pengalaman di CS, guru atau pengajar. Karena gw mentok ga ada pengalaman di bidang Service dan cuma ada ilmu sedikit di IT dan pernah jadi guru. Gw beranikan diri lah kirim lamaran.

Ada hal hal penting yang bisa lo lakuin ketikan lo ngelamar kerja,

1. Pahami perusahaan tempat lo ngelamar. Sekalipun perusahaan baru ada baiknya tanya sama mbah Google, mengenai review perusahaan itu. Kalau ada webnya, lo akan tertolong banget. Lo bisa baca profile perusahaan seperti apa. Pahami dan jangan asal baca. Buat beberapa pertanyaan buat diri lo sendiri dan lo harus bisa jawab. Seperti, perusahaan ini bergerak dibidang apa? Tujuan nya apa? Apa produk produknya? dll.

2. Pahami pekerjaan yang lo mau ambil. Misal, lo liat mereka buka lowongan, tapi lo maen kirim kirim aja lamaran tanpa tahu, posisinya apa? It’s a Big No. Jangan salah, tingkah begini banyak terjadi di lapangan. Saking kalapnya nyari kerja, udah ga diliat lagi posisinya apa, maen kirim aja lamaran. Pas di tanya HR, lo bingung sendiri dah.

Gw ambil contoh, misal lo mau ambil posisi sebagai CS, ketika lo dijelaskan mengenai role lo apa disana dan bagaimana beban pekerjaan lo, lo bisa tanya, pakai apa sistem ticketingnya, berapa load customer perhari, untuk leadsnya sendiri seperti apa dll. Konsepnya adalah lo ajukan pertanyaan yang profesional meskipun ini adalah jenis pekerjaan pertama lo. Jadi kesan HR adalah “Oh, orang ini sudah paham apa yang mau dia kerjakan nanti“. ( Thanks to Panca soal ini)

3. Pahami bagaimana cara lo kirim email dan penggunaan bahasa untuk berkomunikasi dengan recruiter. Please, lo jangan pakai email gmail lo kaya gini: [email protected] Lo bakalan jadi joke buat HR pada saat makan siang mereka. Buat email sendiri buat kirim kirim lamaran dan hal yang bersifat resmi. Lo bisa pakai Gmail, Outlook, Yahoo atau apa pun. Jangan pakai email dari kantor lama juga! haha..

4. Lo bisa bargain harga kalau lo ada pengalaman. Gw setuju dengan hal ini. kalau lo minim pengalaman atau fresh graduate, agak susah memposisikan diri lo untuk tawar menawar gaji. Kecuali emang lo berani dan paham jenis pekerjaannya walau lo ga begitu pengalaman. Tapi buat gw, tawar tawaran harga itu kalau lo udah yakin banget bakal diterima sih dan itu biasanya ada dibagian belakang proses hiring.

5. Follow Up status lamaran. Ada kalanya lo khawatir kalau lamaran lo bakalan kelelep sama tumpukan berkas yang laen atau lo was was kalau lo ga dipanggil interview atau.. lo sudah interview sama HR nya tapi belum ada kabar juga. Bagian ini tricky juga, karena lo ga tau si HR ini beneran sibuk atau lupa kalau pernah interview sama lo.

Lo bisa tanya ke HR di akhir interview, “Gw bisa hubungi kemana untuk follow up hasil interview hari ini?” atau lo bisa tanya, “Boleh tahu untuk hasil interview gw hari ini bisa gw dapat kapan?” kesannya terlalu menekan sih, tapi biasanya kalau HR dan managemen sudah sreg sama lo, dia bakalan contact lo secara berkala. Tapi kalau emang ga ada follow up sama sekali, extrim lo bisa datengin lagi kantornya kalau emang lo ga bisa hubungi lewat telepon.

Kalau lo mau hubungi untuk follow up, lo bisa bilang, “Oh hi, boleh tahu gimana kelanjutan status untuk gw gimana? Gw berharap bisa dapat jawaban akhir minggu ini, karena gw juga sudah ditanya oleh perusahaan lain untuk tanda tangan Job offer. Gw berharap sih bisa gabung sama perusahaan lo. Thank you” … Coba lo baca lagi dan lo pasti paham maksudnya gimana kan? hehe..

OK. Tips nya udah sampai situ. lanjut lagi, gw mau terima kasih untuk orang orang Quipper: Bu Niar, Bu Petra, Yuki, Melanie dan Joy. Orang orang ini yang bikin gw bisa jadi foreigner a.k.a TKI.

Selama di Quipper, semester pertama gw jadi CS, lalu perusahaan semakin besar dan OK, pindah ke Jakarta, selanjutnya role gw jadi Business Development Officer. Dari bidang Service ke Sales. Jujur, Gw jelek banget untuk jadi sales. Walaupun gw rasa presentasi gw bagus, gw ga bagus jadi sales.

Di sini gw ketemu calon istri gw! Yeah, sampai akhirnya jadi Quipper Couple dan sampai gw nikahin istri gw, gw masih kerja di Quipper.

Seperti yang gw bilang, bekerja itu juga belajar. Belajar jangan putus.

Di Quipper gw seneng bisa belajar ilmu tentang sales, ilmu berinteraksi dengan orang lain. Ilmu menjadi karyawan yang ga nyikut kanan kiri. *uhuk* Gw ketemu banyak orang orang hebat di dalam perusahaan. Gw belajar banyak dari semua. Baik soal kerjaan atau juga berinteraksi dengan manusia lain. Gw ketemu sama keluarga baru disini.

Juni 2016 lulus dari Quipper. Ketika semakin besar perusahaan, semakin komplex semuanya, saat nya lulus. Kompak bareng istri. Momen itu sesaat sebelum lebaran. Ga lama, balik lagi ke Filipina untuk cari kerjaan baru. Penyakitnya sama, resign dulu baru nyari kerja. Huft banget memang ya nyari kerja kaya gitu.

Dalam roda kehidupan, ada hal yang memang tidak bisa dilewatkan sama lo (kecuali lo yang baca ini dikasih perusahaan sama orang tua) masa masa nyari kerja. Dari pengalaman, banyak banyak berdoa. Ada yang cepat dapat kerja ada yang memang lama dipanggil interview. Terlebih kalau lo bukan di negara sendiri. Ini pengalaman gw ya, mungkin beda dengan orang Indonesia yang lain, ada yang lebih mudah cari kerja atau mungkin
ada yang lebih dari 6 bulan tanpa pekerjaan sedang modal mulai tipis.

Selama nganggur, masa masa itu gw jadikan waktu untuk explorasi ke utara sampai ke selatan Manila. Waktu dimana gw harus naik angkot daripada naik taksi. Waktu dimana memanfaatkan tabungan untuk cari kerja sana sini. Alhasil, gw yang tadinya ga tau angkot A kemana dari mana, jadi tahu. Bis ini jurusan nya kemana dan lain lain. Ini masa dimana gw pakai baju rapih, sepatu pantofel kemana mana. Naik turun angkot, dari satu gedung ke gedung yang lain. Tanya headhunter apakah ada lowongan buat orang Indonesia atau engga dan lain lain. Gw ga begitu yakin apakah semua yang sempat dan masih bekerja di sini, ngalamin hal yang sama.

Walaupun naik angkot disini agak agak serem. tapi ini adalah salah satu transportasi yang bisa gw pilih untuk kemana mana. perbandingan harga nya jauh dibanding lo naik taksi. Misal, kalau lo naik angkot 14 peso, lo bisa ngabisin 70 -100 peso untuk jarak yang sama kalau pakai taksi. Harganya kadang ga masuk akal. Selain angkot, ada bis juga yang bisa dipilih untuk moda transportasi pas nyari kerja. Cuma kadang Bis itu jalur jalur besar aja jalurnya.

Eits, Gw yang pasti jauh lebih newbie dari orang orang yang kuliah dan besar disini, banyak teman teman Indonesia yang sekolah dan tinggal disini, macam temen kerja gw yang sekarang, namanya Filipus. 23 tahun hidup di Filipina. Ngapain coba hidup lama lama disini ya? Beliau bahkan lebih fasih tagalog nya dibanding Indonesia. Hahaha..

Filipus itu yang paling kiri di gambar. Ini team Service Desk 2016.

Dan akhirnya, gw berlabuh lagi di GT Tower sebagai Service Desk Analyst. Pekerjaan yang nyambung dengan keahlian dan hobi gw. Syukur, Alhamdulilah. Secara terpisah akan gw share mengenai dunia Service Desk.

Cari kerja di Filipina memang susah susah mudah. Buat yang punya kenalan, belum tentu cepat juga. Ya, namanya lowongan kadang dibuka di publik kadang cuma antar mulut. Keahlian juga pengaruh, walaupun lebih banyak bidangnya adalah Service. Tapi untuk sales, procurement, HR, finance juga ada untuk orang Indonesia cari kerja
disini. Untuk yang mau cari kerja, jangan lupa cari cari info di LinkedIn atau di Jobstreet.

Kadang hidup bisa tidak semudah dan sesuai yang lo mau dan lo rencanain. Inget pepatah lama? Manusia hanya bisa berencana dan Tuhan yang menentukan. Jangan lewatkan ikhtiar (usaha dan doa). Untuk yang sedang menunggu hasil interview atau panggilan interview, jangan putus berdoa ya! Kalau sudah dapat kerja, jalani dengan ikhlas biar kerjanya tidak berantakan. Ini bagian yang sering terjadi bagi mereka yang kerja nya agak lama, hilang motivasi.

Untuk bagian ini mungkin akan gw bahas di lain waktu. So far, inilah cerita gw
Berpeluh Asa Mencari Nafkah. Semoga menginspirasi.

See you!