Rajin saja ternyata bukan jaminan akan membawa hasil yang memuaskan. Bekerja efektif, begitulah kata kuncinya: Menyelesaikan tugas dengn mulus, tanpa membuang energi. Kemampuan ini sejenis menejemen juga, yang berarti mengelola diri sendiri, orang lain, waktu, pekerjaan atau peralatan.

Untuk dapat menganalisa penyebab yang memperlambat efektifitas kerja, kita amati dulu organisasinya. apakah sudah ada kesepakatan dalam deskripsi kerja, antara perusahaan dan si individu pekerja ? Juga dalam nilai, standar perilaku, cara kerja, iklim, atau politik di tempat kerja ? Bila yang menjadi tanggung jawab kita belum pernah di jelaskan, tentu kita akan bekerja menurut pengertian dan selera sendiri.

 

Ilustrasi Bekerja Efektif

Ilustrasi Bekerja Efektif / udemy.com

 

Lalu bagaiman keterampilan beroragansasi orang-orang yang terkait Si A mungkin perlu diatur untuk bisa berfungsi dengan baik, namun si B justru lebih suka mengatur. Jadi sesuaikan pembagian tugas dengan keterampilan beroraganisasi si penerima tugas.
Penentuan prioritas dan tujuan mengidentifikasi dan mendelegasikan pekerjaan lalu menyusun jadwal kerja harus pula di dasarkan pada volume pekerjaan dan berapa lama waktu yang dibutuhkan.

Keputusan yang kita ambil amat tergantung pada kepribadian, sikap dan cara kita menghadapi persoalan. Menutup mata terhadap masalah, terlalu perfeksionis, tak berani mengemukakan pendapat, kuran gnya rasa percaya diri, sehingga kita terus menerus harus “minta petunjuk” bos atau orang lain, telalu “tipis kulit” alias tidak dapat menertima kritik, kemarahan terpendam, juga penghalang terhadap efetivitas kerja.

Umumnya kita condong menjadi produktif bila meraasa di hargai. Tuntutan bos yang terlalu tinggi terhadap staffnya atau keengganan seorang manajer untuk mendelegasikan tuas kepada asisten barunya, menunjukan ketidakpercayaan. Si anak buah tentu dapat merasakan hal ini sehingga semangat mereka menurun. Buruknya hubungan antara rekan sekerja atau dengan penyelia juga gangguan serius terhadap efektivitas kerja.

Bila penyakit telah di diagnosis, bagaimana mengobatinya? Bisa dengan mendiskusikannya secara singkat dengan seorang rekan atau teman yang berkompeten. Tanpa jadi, emosional, terangakan APA masalahnya, KAPAN terjadinya, SIAPA pelakunya. Diskusikan MENGAPA sampai timbul masalah tersebut. Kemudian dengan pandangan positif, bertanyalah. “Pilihan apa yang ada? indakan apa yang paling praktis?”
Selain itu, melatih diri sendiri dapat membantu. cari dan selidiki cara-cara apa saja yang dapat digunakan utnuk mencairkan masalah anda. Perjelas isu-isu nya, lalu selesaikan satu persatu, sambil tak lupa mengenali kelemahan diri.

Dengan cara cara diatas, kita bisa lebih mengenal dan mencari tahu cara diri kita bekerja dengan efektif sesuai dengan kelemahan dan kelebihan pribadi kita.

Sumber tulisan di ambil dari Blog lama saya.